Posts

Bisikan Pagi yang Menggoda

Image
  Ibu Sari, pembantu Radit, menggoda majikannya dengan gestur dan sentuhan yang penuh makna, menciptakan ketegangan seksual yang belum terpuaskan.   Ibu Sari menepuk-nepuk debu di pangkuan dengan irama malas, lalu melipat kain pel lusuh di atas papan serut yang baru dibersihkannya. Di balik jendela pantura rumah kontrakan milik Radit, cahaya pagi menyelinap lembut, menyorot gelombang rambut cokelatnya yang tergerai di punggung—setelahnya diikat longgar supaya tak mengganggu. Ia tahu jam delapan lewat seperempat Radit biasanya turun untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor cabang bank di pusat kota. Di bawah meja makan, lututnya sedikit terbuka; ia menyesuaikan posisi duduknya agar rok rumah yang diperpendek dua jari di atas lutut itu naik sedikit, memperlihatkan lekuk paha yang kencang—paha yang belum juga ia turunkan dalam lakon duka janda sejak tiga tahun lalu. Ia menahan napas, merasakan pohon dadap di halaman samping menghantam daun di angin, dan detik kemudian terdengar ...